ambon island

 


 

PERTEMPURAN SENGIT DI POSO

Palu, 26/10.01

Penyerangan yang di lakukan pasukan jihad yang dilengkapi dengan senjata api, bom, granat dan lain-lain ke desa kristen di Kasiguncu menimbulkan pertempuran sengit selama semalam suntuk, Minggu (21/10). Usaha penyerangan tersebut telah di coba di halau oleh hanya beberapa orang pasukan Brimob yang berjaga di desa tersebut dengan melepaskan tembakan ke udara namun pasukan jihad bukannya mundur malah balas menembaki satuan Brimob yang bertugas sehingga terjadi duel senjata sampai pagi hari. Sabtu, 20/10 sekitar pk. 20.00 WITENG jihad berupaya menyerang desa kristen Betalemba Kecamatan Poso pesisir namun karena berhasil di pukul mundur oleh satuan Brimob yang berjaga di desa setempat akhirnya mereka mundur ke markasnya di desa Tabalu (± 173 Km timur Palu), Dari Tabalu jihad berupaya menyerang desa kristen Kasiguncu Kecamatan Poso pesisir. Didesa inilah jihad baku tembak habis-habisan dengan Brimob. Selama ini senjata yang dipakai jihad adalah jenis RPD atau di Poso lebih di kenal dengan senjata rantang karena tempat pelurunya model rantang, dengan masuknya berbagai senjata api dari Ambon dan tempat lain maka kemungkinan jihad sudah di perlengkapi pula dengan senjata AK 47, M16, MK3, Mortir, senapan mesin ringan dan berat, bom, granat dan pelontarnya dan lain-lain sebagaimana yang mereka pakai di Ambon. Selama ini ada beberapa tempat yang di duga menjadi pendaratan pengiriman senjata-senjata tersebut yang antara lain di : Pelabuhan Pantoloan, Pelabuhan rakyat Wani, dari Maluku Utara (Ternate/Tidore) ke Gorontalo selanjutnya ke Ampana atau langsung ke Via Luwuk Banggai, dan di daerah Donggala.

Ratusan jihad yang menyerang desa Kasiguncu, sedangkan petugas yang ada hanya beberapa orang membuat warga kristen bersiaga penuh di belakang aparat menjaga desanya sambil yang lain berupaya mengevakuasi wanita, anak-anak dan orang tua. Serangan melingkar yang dilakukan jihad akhirnya membuat warga kristen berhadap-hadapan dengan massa jihad sehingga pertempuran terbuka tidak bisa terhindarkan. Warga kristen hanya bersenjata parang, panah (Bado) dan senjata tradisional lain. Jihad berhasil membakar habis 30 rumah yang terdiri dari perumahan guru dan Polsek di Kasiguncu Kecamatan Poso pesisir sedangkan warga kristen berhasil membakar habis desa Tabalu yang selama ini di pakai markas jihad untuk melakukan latihan dan operasi penculikan serta penyerangan ke daerah kristen sekitarnya. Tidak ada yang terluka maupun tewas di pihak kristen sedangkan di pihak jihad 8 orang tweas dan lain-lainnya luka-luka.

Pertempuran sengit yang menewaskan Bripda Ardiansyah (22) tersebut berakhir sekitar pk. 07.00 (21/10), Saat pertempuran makin seru bantuan jihad datang dari Poso kota di angkut dengan truck, ketika tiba di pertigaan desa Mapane (185 Km. Palu) atau sekitar 12 Km. dari Poso Kota. Brimob melakukan penghadangan sehingga terjadi baku tembak lagi yang berakhir dengan tewasnya anggota Brimob Bripda Ardiansyah (22) dan tewasnya 30 anggota jihad dan berhasil ditangkap 41 orang. Kebanyakan mereka yang tewas maupun tertangkap adalah orang asing yang berpostur tubuh tinggi besar, berjenggot dan tidak bisa berbahasa Indonesia.

Sejak pagi tadi 26/10 puluhan ibi-ibu melakukan aksi demo ke Polres Palu menuntut pembebasan anggota jihad yang di tangkap dan kini ditahan di Penjara Petobo Palu. Sedangkan anggota jihad lainnya sangat marah atas penghadangan yang di lakukan Brimob, jihad membakar semua pos-pos penjagaan Brimob dari arah luar kota sampai masuk ke Poso dan menuntut penarikan satuan Brimob dari Poso. Saat ini satuan Brimob mulai ditarik dari Poso secara bertahap dan untuk sementara mereka hanya berjaga di Polres Kota Po

 

 

Iklan
By nidapink

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s